Home Bisnis Soal Proyek Kabel Bawah Laut, Bupati Lingga: Dukung Tidak, Tolak Tidak

Soal Proyek Kabel Bawah Laut, Bupati Lingga: Dukung Tidak, Tolak Tidak

Editor:Buulolo

Lingga, Newterobosan.com Bupati Lingga, Muhammad Nizar menggelar konsultasi publik terkait Rencana Kegiatan Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut oleh PT. Sun Cable yang rencananya bakal melewati perairan Kabupaten Lingga.

Nizar dalam kesempatan tersebut menyebutkan Pemkab Lingga belum memutuskan untuk mendukung sepenuhnya proyek strategis tersebut.

Menurutnya, perlu pertimbangan yang matang sebelum pengerjaan kabel bawah laut HVDC tersebut berjalan. Di antara yang menjadi pertimbangannya ialah analisis dampak lingkungan terutama sosial ekonomi masyarakat pesisir.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, dalam hal ini menerima tidak, menolak pun juga tidak. Karena memang ini izin yang sudah ada dari pusat. Yang kebetulan proyek ini melalui perairan di Kepulauan Riau,” kata dia menjelas di hadapan pijak PT. Sun Cable dan tamu undangan yang hadir.

Ia menyebutkan jika proyek ini bukan sepenuhnya demi kepentingan nasional. Hanya saja proyek pemasangan kabel bawah laut Australia-Singapura ini, kebetulan melewati kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga.

Nizar melanjutkan, pihaknya justru tidak ingin menghambat adanya investasi di daerah. Apalagi sudah mendapatkan dispensasi atau izin-izin yang ada dari pusat. Namun, ia menilai penjelasan dampak itu perlu menjadi pertimbangan pihak PT. Sun Cable sebelum beroperasi. Sebab pemerintah daerah tidak ingin hal ini menjadi ancaman serius dan menimbulkan permasalahan baru ditengah masyarakat.

Muhammad Nizar menggelar konsultasi publik terkait Rencana Kegiatan Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut oleh PT. Sun Cable yang rencananya bakal melewati perairan Kabupaten Lingga.

“Saya pengen menyampaikan ada persoalan-persoalan dan itu menjadi catatan kepada pihak PT Sun Cable untuk dirapatkan kepada tim. Kekhawatiran saya menjadi ancaman serius terhadap dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga khususnya. Nanti akan menjadi persoalan baru kami di daerah,” lanjutnya.

Bupati Lingga ini berharap ada komitmen dan penjelasan yang terang. Termasuk resiko terburuk dan dampak-dampak lainnya. Karena menurutnya, jika dengan dampak kecil dan menguntungkan masyarakat di daerah tentu pihaknya akan mendukung penuh. Namun jika sebaliknya, maka perlu dipertimbangkan.

Sementara ini, ia menilai dari sisi dampak kontruksi memiliki potensi ke lingkungan, misalnya air keruh hingga peningkatan padatan tersupensi air laut karena kegiatan peletakan kabel bawah laut. Namun itu bersifat sementara.

“Bagaimana dengan potensi gangguan biota laut, gangguan aktivitas nelayan, hingga gangguan pada perairan Lingga yang hanya memiliki kedalaman kurang dari 100 meter,” pungkasnya.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat edaran dari President Direktur PT. ESC Enviromment Indonesia Nomor : 164/ESC-GE/X/2021 tanggal 11 Oktober 2021 prihal undangan konsultasi publik atas rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC melalui kepulauan perairan di Indonesia dan Perairan di Provinsi NTT, NTB, Babel dan Kepri.(Rara/r)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments